Kisah Uswatun Hasanah, prajurit TNI AD dan petinju putri Indonesia pertama yang mencapai final Asia.

Kisah Uswatun Hasanah

BUKU Uswatun Hasanah, petarung TNI AD dan petinju putri Indonesia pertama yang mencapai final Kejuaraan Asia, patut disimak. Karena itu sangat menarik. Uswatun meraih medali perak kategori 60kg pada final ASBC Asia Elite Boxing Championship di Dubai, Uni Emirat Arab, 30 Mei 2021.

Peraih medali perunggu Asia Jakarta 2018 itu mengalahkan petinju Kazakh Rima Volossenko di kategori 60kg. . terakhir di Merdien. Sebelumnya, rekor terbaik petinju putri Indonesia di Asian Games mampu meraih medali perunggu atas nama Rumiris Simarmata (48 kg) dan Veronica Nicolas (50 kg).

Uswatun benar-benar telah menulis ceritanya sendiri. Menariknya, Uswatun Hasanah merupakan salah satu prajurit tentara Indonesia! Ia berpangkat Sersan Satu dan bertugas di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sebelum menjadi petinju, Uswatun sempat mengikuti jejaknya dan menjadi atlet taekwondo. Namun takdir berkata lain. Bahkan, ia cukup beruntung bisa menjadi petinju profesional. Dengan tinju, Uswatun kemudian membuka jalan bagi TNI. Saat mengikuti PON 2016, ia mendapat tawaran dari salah satu anggota TNI untuk bergabung di grup tersebut.

Tanpa pikir panjang, Uswatun menerima tawaran tersebut. Dengan bergabung di TNI, ia bisa memanfaatkan waktu luangnya untuk mengembangkan kemampuannya dalam bertinju. “Iya, hidup sangat tertata karena TNI disiplin. Bahkan setelah saya masuk TNI, saya masih atlet. Jadi kiprah saya di dunia tinju semakin meningkat berkat dukungan perusahaan dan pimpinan, kata Uswatun dalam video di kanal YouTube TNI AD.

Inilah kisah Uswatun Hasanah, seorang prajurit TNI Angkatan Darat dan petinju putri Indonesia pertama yang mencapai final Kejuaraan Asia. Semoga cerita ini menginspirasi pembaca semua.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *